Upaya Melistriki UMKM dan Petani Agar Berdaya Saing dan Produktif
BUMNINC.COM I Pandemi COVID-19 memukul banyak sektor usaha, tak terkecuali Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Data Asosiasi Business Development Services Indonesia (ABDSI) menyebutkan, pada 2020 penjualan UMKM menurun.
Bahkan sebanyak 36,7 persen UMKM tidak mencatatkan penjualan sama sekali, dan sisanya mengalami penurunan penjualan antara 10 sampai 60 persen. Padahal sektor UMKM menyerap banyak tenaga kerja.
Setidaknya menurut Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM), jumlah pelaku UMKM di Indonesia mencapai 99 persen dari total keseluruhan pelaku usaha di Indonesia atau sebanyak 62 juta unit, dengan penyerapan tenaga kerja sampai 97 persen.
Di sisi lain, sementara banyak sektor usaha merosot akibat pandemi, sektor agrikultur, justru menunjukkan pertumbuhan positif.
Excecutive Vice President Pelayanan Pelanggan Ritel PT PLN (Persero), Moh. Munif Budiman dalam webinar PLN ICE Day 2 bertajuk ‘Electrifying Lifestyle-UMKM & Agriculture’ menjelaskan, “Dibalik tekanan dan kesulitan (di masa pandemi), bidang pertanian tumbuh signifikan. Di tengah pertumbuhan (ekonomi) minus 4,19 persen, sektor pertanian tumbuh 16,24 persen,” jelasnya.
