Target BNI Untuk Pertumbuhan Kredit 4-5 persen Pada 2021
BUMNINC.COM | PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) berencana melakukan ekspansi kredit pada tahun 2021 dengan fokus pada aset yang berkualitas. Selain itu, strategi BNI yang lain mengakselerasi digital banking dalam produk dan pemrosesan agar lebih efisien dan meningkatkan transaksi serta menurunkan biaya dari transaksi.
“Tentunya kami punya beberapa strategi yang kita lihat dengan kondisi sekarang. Kita harus tetap ekspansi kredit, tapi kita akan ekspansi yang lebih berkualitas,” ujar Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), Royke Tumilaar, Rabu (11/11/2020).
Pada 2021 BNI menargetkan pertumbuhan kredit 4%-5%, dengan menghitung proses pemulihan ekonomi nasional. Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) diproyeksi akan tumbuh 6-7%.
“Kita akan coba positif tahun depan, kredit di kisaran 4-5%. Dana juga sedikit lebih agresif kita punya digital dana bisa tumbuh 6-7%. Saya rasa itu sejalan dengan perkiraan kita bahwa tahun depan agak memasuki era yang positif supaya bisa cepat recovery,” ujarnya.
BNI juga berencana mempersiapkan diri untuk go internasional sesuai arahan pemegang saham. Royke menambahkan, kehadiran UU Cipta Kerja dan program Pemulihan Ekonomi Nasional akan membuat ekonomi Indonesia pulih lebih cepat. Hal ini diperlukan untuk menghadapi percepatan perubahan ekonomi agar menjadi lebih baik.
Optimisme tersebut, tutur Royke, diukur berdasarkan tanda-tanda ekonomi Indonesia sudah mulai pulih. Apalagi Indonesia telah menerbitkan Omnibus Law Undang-undang Cipta Kerja yang diharapkan menjadi penarik investor untuk masuk tanah air.
“Kita ada peluang untuk ekspansi karena uu yang sangat probisnis ini membantu para investor untuk mau melakukan investasi jangka panjang di Indonesia,” Terang Royke. []
