Tiga BUMN Berkolaborasi Kembangkan Produk Biomassa Untuk PLTU
BUMNINC.COM I PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) menjalin kerja sama dengan PT Sang Hyang Seri dan Perum Perhutani untuk pemenuhan kebutuhan biomassa dalam rangka mendukung program co-firing pembangkit listrik tenaga uap demi meningkatkan bauran energi baru terbarukan.
Sinergi ketiga BUMN ini menjadi bukti komitmen Indonesia sebagai tuan rumah KTT G20 dalam mempercepat transisi energi hijau dan mendukung pencapaian target netralitas karbon pada 2060.
“Saat ini akan dimanfaatkan di dua pembangkit dengan total penyediaan sebesar 25 ribu ton untuk biomassa pada tahap awal,” kata Wakil Menteri BUMN Pahala Nugraha Mansury di Jakarta, Selasa.
Pahala berharap kerja sama itu dapat menyediakan 10 juta ton biomassa yang bisa dilakukan dalam lima sampai tujuh tahun mendatang.
Menurutnya, kerja sama itu bisa memberikan sisi positif bagi ketiga BUMN dari sisi pendapatan. Selama ini sekam padi milik Sang Hyang Seri menjadi limbah, sehingga pemanfaatan sekam padi menjadi produk co-firing bisa menambah pendapatan perusahaan.
“Begitu pula di Perhutani dengan kerja sama ini memperluas bidang Perhutani dalam pengelolaan hutan dan bisa meningkatkan pendapatan. Sedangkan dari sisi PLN juga bisa mengantongi penghematan dari sisi pengadaan bahan baku PLTU melalui program ini,” jelas Pahala.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan pihaknya telah mencanangkan program transformasi dalam rangka peningkatan bauran energi baru terbarukan, salah satunya melalui program co-firing PLTU dengan mengurangi penggunaan batu bara dan mengganti sebagian kebutuhan bahan bakar pembangkit dengan biomassa.
“Co-firing PLTU merupakan salah satu upaya PLN untuk mendukung capaian target energi baru terbarukan sebesar 23 persen dalam bauran energi pada 2025 dan net zero emission pada tahun 2060,” kata Darmawan.
