Tiga BUMN Berkolaborasi Kembangkan Produk Biomassa Untuk PLTU
PLN memproyeksikan angka kebutuhan biomassa co-firing untuk seluruh PLTU sebesar 10,2 juta ton per tahun pada 2025 dan tahun-tahun selanjutnya. Pemenuhan kebutuhan biomassa bisa berasal dari limbah seperti pelet sekam padi sebagai produk dari Sang Hyang Seri maupun jenis tanaman energi yang akan dipasok oleh Perhutani.
Direktur Utama Sang Hyang Seri Maryono mengungkapkan sinergi BUMN yang disepakati hari ini merupakan proses bisnis baru baik bagi PLN maupun Perhutani dan Sang Hyang Seri, di mana diharapkan dukungan dari pihak pemerintah untuk kesuksesan program co-firing ini terutama dari sisi kebijakan dan regulasi terkait penyediaan biomassa.
Sumber energi biomassa yang berasal dari sekam padi berupa pelet sekam yang akan menjadi sumber bahan bakar sangat besar potensinya di mana jumlahnya terus meningkat sejalan dengan peningkatan program pemerintah dalam produksi pertanian.
“Kami berkomitmen untuk mendukung program energi baru terbarukan melalui pengembangan industri pelet sekam, karena kami memiliki 14 pabrik beras yang tersebar hampir diseluruh Indonesia,” papar Maryono.
Direktur Utama Perum Perhutani Wahyu Kuncoro menjelaskan bahwa pasar energi merupakan terobosan pasar baru dalam bisnis kehutanan dan kepastian pasokan dalam jangka panjang merupakan faktor yang krusial dalam melayani pasar energi.
Hingga 2021, Perhutani telah melakukan pengembangan hutan tanaman energi seluas 31.136 hektare yang tersebar di 15 Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Perhutani.
Perhutani berkomitmen untuk mengembangkan industri biomassa yang kompetitif dan berkelanjutan untuk mendukung pengembangan energi baru terbarukan dan memenuhi komitmen penurunan emisi karbon.
“Perhutani akan melanjutkan pembangunan hutan tanaman energi sesuai RJPP, membangun industri biomassa, melakukan sertifikasi pengelolaan hutan lestari dan industri pengolahan (skema PHPL dan FSC) untuk memastikan sustainability pasokan biomassa dalam jangka panjang,” ucap Wahyu.
Sementara itu, Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Dadan Kusdiana berharap kerja sama itu menjadi awal dari pengembangan biomassa di Indonesia.
“Saat ini, melalui sinergi ini kita semua mampu menjawab kebutuhan co-firing di Jawa. Harapannya, skema yang sama juga bisa diterapkan di seluruh Indonesia,” ujar Dadan.
