Luhut: Indonesia Perlu Hati-Hati Bersikap Dalam Perang Rusia-Ukraina
BUMNINC.COM I Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B Pandjaitan menyampaikan, Indonesia perlu berhati-hati mengambil sikap dalam perang Rusia-Ukraina.
Luhut mengaku, dalam rapat terbatas G20 kemarin, dirinya memaparkan bahwa perang Rusia-Ukraina memiliki dampak yang besar bagi Indonesia. Kepada Presiden Jokowi, Luhut menyarankan untuk tidak menyudutkan kedua belah pihak.
“Rusia memiliki kekuatan nuklir. Saya laporkan ke Presiden, Kalau kita terlalu menyudutkan akan berbahaya. Karena itu Indonesia harus pintar bernavigasi juga berdasarkan UU,” kata Luhut dalam seminar UI, Selasa 12 April 2022.
Tidak hanya Rusia, Ukraina juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Ukraina memiliki pasukan tempur yang kuat dan jago perang.
“Ini berdasarkan pengalaman saya. Waktu saya masih Letnan, saya ditugaskan di Tim Tim pada 1976, 1977, 1978. Pasukan kita 50 ribu lebih. Sedangkan pendudu ada 550 – 600 ribu. Dengan jumlah yang lebih banyak itu, itu kita tak dapat menyelesaikan okupasi untuk selama-lamanya,” kata Luhut.
“Apalagi Ukraina dengan yang teknologi tinggi dan 42 juta penduduk. Merebut semua tidak mungkin,” kata Luhut.
Luhut meyakini, kolonialisme fisik sudah tidak mungkin terjadi lagi. Saat ini penjajahan yang nyata adalah penjajahan teknologi dan ekonomi.
“Untuk itu, ekonomi dan tekonologi kita harus kuat. Kalau kita berkelahi dan buat orang berkelahi, Indonesia tidak akan kuat. Padahal sebetulnya Indonesia memiliki potensi untuk bisa kuat,” ujar Luhut.
