BUMN Go Global, Ini Dia Deretan Proyek PT Wika di Luar Negeri
BUMNINC.COM I Karya cipta perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sudah diakui oleh kancah global. Setelah PT Industri Kereta Api (Persero) yang berhasil mengekspor produknya ke Filipina, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) juga ternyata terlibat dalam berbagai proyek di luar negeri. Berikut deretan proyek WIKA yang ada di luar negeri:
- Rumah Susun di Aljazair
Salah satunya dalam proyek pembangunan perumahan susun di Aljazair. Dalam proyek senilai Rp 2,2 triliun itu WIKA akan membangun perumahan susun dengan total hampir 5 ribu unit.
“Aljazair masuk on progress pembangunan social housing itu progres sudah 70%,” ujar Direktur WIKA IKON Hermawan Dhewayanto i di Pabrik Baja WIKA IKON Balaraja, Tangerang, Selasa (15/12/2020) dikutip Detikcom.
- Sport Center di Kepulauan Solomon
WIKA juga ditunjuk secara resmi oleh National Hosting Authority Represent of Solomon Island Government untuk membangun proyek senilai Rp 112 miliar di proyek Multi Purpose Sport Complex atau Sport Center di Kepulauan Solomon.
Sport Center ini dibangun untuk penyelenggaraan Pacific Games 2023 turnamen antar negara Pasifik. Multi Purpose Sport Complex itu ditarget sudah bisa berdiri di atas lahan seluas 5.800 meter persegi pada 31 Desember 2022 mendatang.
“Yang terbaru adalah di Solomon si Kepulauan Pasifik, di Solomon itu kita mengerjakan sport center, karena mereka akan mengadakan Pacific Games ya jadi kayak semacam SEA Games-nya pasifik lah, itu akan diadakan di Solomon dan kita dapat proyek membangun sport centernya. Progress-nya masih under 10% ya karena dia baru mulai,” paparnya.
3 . MRT Taiwan
Tidak hanya itu. Saat ini WIKA pun sedang menggarap pembangunan proyek transportasi massal MRT Taiwan. WIKA terjun ke proyek ini setelah mendapat tawaran dari kontraktor terbesar di Taiwan, RSEA Engineering Corporation.
Proyek ini merupakan pengerjaan jalur MRT inner ring road di kota New Taipei City. Jalur yang diberi nama Sanying Line ini nantinya akan membentang sepanjang 14,3 kilometer (Km) dan menghubungkan daerah Tucheng, Sanxia, dan Yingge dengan 13 stasiun pemberhentian.
Pembangunan proyek yang turut melibatkan 133 pekerja Tanah Air ini tengah fokus pada pengerjaan 4 station di daerah Yingge dan Sanxia yang rata-rata berjarak 1,2 Km antarstation.
“MRT Taiwan masih berprogres, proyeknya masih on going,” ujar Hermawan.
Masih di Taiwan, kabarnya WIKA kini tengah membidik proyek tender bandara di Taiwan.
“Kita juga mensasar ada proyek tender bandara tender ini harusnya di tahun 2020 tapi bergeser karena COVID-19 jadi kita lihat apakah 2021 dia akan open tender lagi,” tambahnya.
4. Istana Kepresidenan Niger
Selain itu, WIKA juga merupakan kontraktor dari proyek prestisius di Niger, yakni Istana Kepresidenan Republik Niger. Dalam proyek ini, WIKA bertanggung jawab menyelesaikan empat bangunan meliputi ballroom, head of state atau bangunan pendukung di sekitar ballroom, service building atau pusat kontrol dan pavillion of president atau tempat tinggal presiden beserta keluarga.
Saat ini tim proyek yang terdiri dari kurang lebih 70 pekerja asal Indonesia yang sedang fokus pada penyelesaian bangunan ballroom dan mengejar target untuk segera rampung pada Februari 2021 mendatang.

