BSI dan PP Muhammadiyah Perlu Melakukan ‘Rekonsiliasi’
BUMNINC.COM I Perkembangan proses mega merger anak usaha bank-bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) masih terus berlanjut. Potensi absennya organisasi masyarakat Muhammadiyah dalam pengembangan Bank Syariah Indonesia diperkirakan memiliki risiko yang perlu dipertimbangkan.
Pengamat BUMN Toto Pranoto mengatakan, Muhammadiyah adalah organisasi masyarakat besar yang memiliki bidang aktivitas di sektor pendidikan dan kesehatan sangat signifikan. Sehingga dana yang dikelola juga relatif besar dan, yang lebih penting memiliki jumlah anggota yang relatif besar.
Sehingga, menurutnya, perlu ada langkah-langkah ‘rekonsiliasi’ yang harus dilakukan untuk menjembatani perbedaan visi yang terjadi, antara Bank Syariah Indonesia dan PP Muhammadiyah.
“Ya dari awal sudah ada perbedaan pandangan kelihatannya. Muhammadiyah melihat fungsi bank syariah BUMN sebagai channel buat lebih banyak akses kredit ke sektor UMKM. Dengan di buat menjadi bank buku 4 ada kekhawatiran bahwa fokus bank syariah lebih ke arah yang berbeda , misalnya masuk ke sektor lain seperti infrastruktur,” ungkap Toto Pranoto yang juga Dewan Pakar Bumninc.com itu, Jumat (25/12/20).





