Pengamat Beberkan Kunci Agar BUMN Bisa Bangkit
BUMNINC.COM I Penyederhanaan jumlah perusahaan BUMN dan penguatan peran negara untuk memperkuat daya saing bisa menjadi solusi agar tidak ada lagi perusahaan milik negara yang bangkrut seperti maskapai Garuda Indonesia. Selain itu, penunjukan komisaris yang berbasis pada profesionalitas serta transparansi manjadi prasyarakat agar perusahaan pelat merah mampu semakin kompetitif dan berkontribusi bagi negara.
Hal tersebut diungkapkan oleh pengajar Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI sekaligus pengamat BUMN Toto Pranoto. Menurutnya, kondisi BUMN saat ini mayortias merugi dan hanya top 25 BUMN sudah mendapatkan 90 persen total pendapatan seluruh BUMN.
“Ini maknanya kita mungkin tidak butuh 105 BUMN seperti saat ini. Cukup konsentrasi kelola 25 BUMN blue chips yang strategis tersebut. Apa yang bisa masuk kategori BUMN strategis? Ini adalah kelompok BUMN yang memiliki produk atau jasa yang masih dibutuhkan publik dan secara internal memiliki tingkat kesehatan perusahaan yang baik,” kata Toto, Rabu, 9 Juni 2021..
Menurut Toto Pranoto semakin banyak BUMN yang bisa go publik dan menjadi perusahaan terbuka (PT), kemungkinan intervensi dari pihak yang tidak dikehendaki bisa diminimalisasi. Dengan cara ini juga pemilihan direksi dan komisaris harus lebih transparan sebagai konsekuensi sebuah perusahaan terbuka.
Baru-baru ini masyarakat juga digegerkan dengan penunjukan beberapa komisaris independen BUMN termasuk gitaris grup Slank, Abdee Negara Nurdin, atau lebih dikenal dengan nama Abdee Slank. Ia ditunjuk sebagai Komisaris Independen PT. Telkom. Berbagai pihak pun mempertanyakan kemampuannya untuk memimpin dan mengawasi perusahaan pelat merah di bidang komunikasi tersebut.
Menurut Toto, penunjukan yang bersifat politis ini tidak hanya ada di era pemerintahan Joko Widodo (Jokowi), tetapi juga di era presiden sebelumnya.
“Kalau kita mau jujur kita lihat bahwa ada orang-orang yang ditaruh di Board of Directors dan Board of Commissioner karena unsur kedekatan (dengan pemimpin negara),” ujar Toto.
