Relasai BPJS Kesehatan dan Budaya Bangsa
BUMNINC.COM I Masyarakat diharapkan memahami konsep jaminan kesehatan yang dikelola oleh BPJS Kesehatan. Membayar iuran berarti telah menolong sesama dan menjalankan budaya bangsa ini.
“Konsep jaminan itu kalau kita cermati merupakan warisan nenek moyang kita, budaya tolong-menolong,” ujar Pakar Jaminan Kesehatan Masyarakat FKM UI, Budi Hidayat saat menjadi narasumber dalam webinar beberapa waktu lalu.
Untuk memahami falsafah gotong-royong dalam jaminan kesehatan, Budi memberi gambaran tentang risiko yang dapat menimpa seseorang. Risiko menjadi berat kalau ditanggung sendiri, tetapi berubah ringan saat ditransfer ke banyak orang, atau sebuah kelompok. Begitulah pola layanan yang dijalankan BPJS Kesehatan, mengelola dana hasil iuran masyarakat dapat dipakai untuk menolong saudara-saudara sebangsa lain yang tak mampu.
“Kalau risiko menimpa seseorang akan terasa berat bagi orang tersebut. Dalam teori modern, bagaimana manajemen risiko dapat dilakukan? Yakni dengan mentransfer risiko tersebut dari risiko individu menjadi risiko kelompok, itulah yang disebut dengan sistem jaminan asuransi,” ujar Budi.
Pembayar iuran BPJS Kesehatan juga menolong dirinya sendiri. Artinya, orang tersebut menabung untuk berbagai kemungkinan risiko kesehatan yang terjadi di masa depan, yang mungkin saja membutuhkan biaya perawatan sangat besar. “Bayangkan jika seseorang menderita penyakit jantung dan tak punya JKN-KIS, dia sendiri akan menanggung risiko tersebut,” katanya.
