Sinergi PGN dan KS Tekan Biaya Pengadaan Material Pembangunan Blok Rokan
BUMNINC.COM l Holding MIgas PT Pertamina (Persero) saat ini tengah mengerjakan Proyek Strategis Nasional pipa minyak Rokan. Proyek ini mendapat dukungan penuh dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) melalui PT Pertagas yang kemudian menggandeng PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KS) dalam pengadaan material pipa minyak Blok Rokan.
Berdasarkan perjanjian kerja sama yang dilakukan Direktur Utama KS, Silmu Karim dan Direktur Utama Pertaga, Wiko Migantoro pada Juni lalu, KS akan memasok 53.600 metrik ton material produk baja Hot Rolled Coil (HRC) untuk pembangunan pipa minyak Blok Rokan sepanjang 370 Km.
Kerja sama ini dilakukan untuk meningkatkan pencapaian efisiensi biaya. Tercatat, sinergi BUMN ini berhasil menekan biaya pengadaan material sebesar 16 persen. Selain itu pula, kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan penggunaan produk dalam negeri sekaligus memberi nilai lebih bagi industri baja dalam negeri.
Sebagaimana dijelaskan Direktur Utama PGN, Suko Hartono bahwa kerja sama ini merupakan upaya pemerintah dalam mengurangi impor minyak sekaligus efisiensi anggaran.
“Pada prinsipnya, pembangunan Pipa Minyak Rokan ini menjadi upaya untuk mendorong efisiensi anggaran energi di Indonesia, seiring dengan upaya pemerintah untuk mengurangi impor minyak. Dengan nilai CAPEX 300 juta dollar AS, optimasi efisiensi yang didapatkan sebesar 150 juta dollar AS atau sekitar Rp 2,1 Triliun karena nilai alokasi CAPEX pada awalnya sebesar 450 juta dollar AS,” jelas Suko dalam siaran persnya pada Minggu (18/10/2020).
Lebih lanjut menurutnya, PGN tidak hanya berkomitmen untuk menjadi bagian dari solusi pemenuhan energi nasional, tetapi juga meningkatkan efektivitas rantai penyaluran energi. Apalagi, jelasnya, kompetensi PGN dalam pengembangan infrastruktur migas dan penyaluran energi baik gas bumi ke seluruh sektor. Karenanya PGN berupaya meningkatkan efektivitas dan efisiensi seluruh mata rantai penyaluran energi.
Pembangunan konstruksi pipa minyak mentah Blok Rokan sudah dimulai sejak Agustus lalu. Proyek ini bertujuan untuk mendukung alih kelola Blok Rokan dari PT Chevron Pasific Indonesia ke Pertamina mulai 2021.
Proyek ini dibangun untuk mendukung program strategis nasional yang diemban Holding Migas Pertamina, sekaligus menjaga ketahanan produksi energi. Dengan proyek ini diharapkan pula dapat menggerakkan kembali industri hilir dan pengguna sebagai upaya pemulihan ekonomi nasional sekaligus mendukung sinergi antar BUMN. Targetnya pembangunan Blok Rokan rampung pada semester II tahun 2021. []
