PTPN dan Perhutani Sepakati Kerja Sama Program Co-firing PLTU
BUMNINC.COM| Guna memperbaiki rantai pasok biomassa, tiga perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melakukan kerjasama. Diantaranya, PT Perusahaan Listrik Negara atau PLN (Persero), PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III dan Perum Perhutani terkait rantai pasok biomassa dengan menandatangani nota kesepahaman (MoU) ditandatangani pada Jum’at (22/1/2021).
Hal ini dilakukan, demi berjalannya program co-firing biomassa pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Direktur Mega Proyek PLN IKhsan Assad mengungkapkan, bahwa ruang lingkup MoU ini antara lain mencakup ketersediaan bahan baku berikut analisis rantai pasok yang efisien dan berkelanjutan, serta rencana implementasi kerjasama penyediaan bahan bakar biomassa untuk PLTU PLN.
Dalam hal ini, PLN sebagai pemilik PLTU, Sedangkan Perhutani memiliki sumber daya kawasan hutan industri baik di Jawa maupun luar jawa yang dapat dikembangkan sebagai hutan tanaman energi. Begitu juga dengan PTPN III yang memiliki lahan untuk pengembangan hutan tanaman energi.
“Harapan kami dengan kerjasama ini diharapkan hadirnya ekosistem penyediaan biomassa sebagai bahan bakar PLTU,” kata Ikhsan dalam acara yang digelar secara daring, Jum’at (22/1/2021).
Dia melanjutkan, saat ini terdapat 52 PLTU yang diidentifikasi PLN untuk program co-firing ini. Terdiri dari 13 lokasi PLTU di Sumatera, 16 Lokasi PLTU di Jawa, Kalimantan (10 lokasi), Bali dan Nusa Tenggara (4 unit PLTU), Sulawesi (6 lokasi) serta Maluku dan Papua (3 lokasi PLTU).
“Diidentifikasi sebanyak 52 lokasi PLTU PLN dengan kapasitas 18.154 MW. Berpotensi dilakukan cofiring dengan biomassa,” ungkap Ikhsan.
Dengan co-firing, sebagian volume batubara untuk bahan bakar PLTU akan disubstitusi dengan biomassa jenis tanaman energi atau sampah. Kebutuhan biomassa diperkirakan mencapai 9 juta hingga 12 juta ton dalam setahun. “Sesuai roadmap cofiring PLN, akan dilaksanakan secara bertahap sejak 2020 dan Insha Allah akan implementasikan 100% pada tahun 2024,” sambungnya.
