PTPN dan Perhutani Sepakati Kerja Sama Program Co-firing PLTU
“Biomassa nya sendiri lebih kepada opex (operational expenditure). Ini adalah sebuah upaya yang bisa dilakukan secepat mungkin. Saya ingin menggaris bawahi co-firing juga akan memberikan impact perekonomian yang besar bagi semua yang terlibat dan masyarakat,” terang Zulkifli.
Sementara itu, Direktur Utama PTPN III Mohammad Abdul Ghani menyatakan bahwa pihaknya menyambut baik kerjasama ini. Dia pun memastikan bahwa PTPN III siap memasok bahan baku untuk kebutuhan biomassa cofiring PLN.
Sebagai gambaran untuk pasokan bahan baku biomassa di Sumatera Utara, PTPN III dapat menghasilkan tandan kosong sebanyak 2,5 juta ton dalam setahun. Untuk tahun ini, PTPN III pun siap memasok hingga 500.000 ton. “Artinya kalau PLN membutuhkan tandan kosong untuk cofiring, kami siapkan di Sumatera Utara. Tahun ini bisa, begitu PLN berminat, datang ke tempat kami. Prinsipnya kami mendukung program ini,” kata Ghani.
Direktur Utama Perhutani Wahyu Kuncoro juga memaparkan kesanggupannya dalam memasok kebutuhan bahan baku biomassa. Kata dia, Perhutani akan menyiapkan klaster hingga 70.000 haktare sampai dengan tahun 2024 yang akan ditanami tanaman energi.
Klaster tersebut tersebar di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur di dekat PLTU PLN yang akan melakukan co-firing. “Jadi kami coba menanam, berdasarkan kedekatan dengan PLTU, untuk nantinya dapat memasok ke PLTU tersebut.” ungkap Wahyu.[]
