PTPN dan Perhutani Sepakati Kerja Sama Program Co-firing PLTU
Program co-firing ini sudah dimulai PLN sejak tahun 2017. Uji coba sudah dilaksanakan pada 2019. Hingga tahun lalu uji coba sudah dilakukan pada 29 PLTU. Progres per 5 Januari 2021, imbuh Ikhsan, jumlahnya sudah bertambah menjadi 32 PLTU.
Saat ini, co-firing biomassa sudah diimplementasikan pada 6 PLTU. Yakni PLTU Paiton 1&2 dengan porsi campuran biomassa 5 persen, PLTU Jeranjang (3 persen), PLTU Ketapang (1 persen;3 persen;5 psersn), PLTU Sanggau (5 persen;10 persen;15 persen), PLTU Pacitan (5 persen), dan PLTU Suralaya 1-4 (1 persen).
Ikhsan mengatakan, saat ini co-firing campuran biomassa memang masih ada di angka 1 persen-5 persen. Peningkatan akan dilakukan bertahap sehingga secara teknis tidak mengganggu operasional pembangkit. Kata dia, porsinya akan terus ditingkatkan hingga ke 10 persen-20 persen. “Bahkan beberapa negara seperti Jepang dan Korea itu ada yang 100 persen batubaranya diganti dengan biomassa,” ungkap Ikhsan.
Dia pun berharap kerjasama dengan PTPN III dan Perhutani ini nantinya bisa berjalan secara jangka panjang. Menurutnya, tidak akan berhenti hanya sekadar 5 tahun, tapi bisa 10 tahun sampai 20 tahun.
Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini menyampaikan bahwa sebagai bagian dari program green-booster dan transformasi green PLN, co-firing PLTU dengan biomassa ini ditargetkan bisa mendorong bauran EBT 23 persen pada tahun 2025.
Sedangkan dari sisi investasi, Zulkifli bilang bahwa jumlahnya tidak begitu signifikan. Sebab, co-fiirng digunakan pada PLTU eksisting sehingga investasi dari sisi belanja modal alias capital expenditure (capex) sangat minimal.
