Adaptasi Layanan Kesehatan Digital Jadi Kebutuhan Krusial
“Dengan situasi yang terus berkembang ini kita membutuhkan semacam buku panduan yang berisi indikator sistem kesehatan berbasis digital,” ujarnya dikutip dari Harian Kompas, Sabtu (3/4/2021).
Panduan ini sekaligus menjadi standar dalam layanan yang diberikan. Jika bisa dimanfaatkan secara optimal, kata dia, digitalisasi layanan kesehatan ini bisa menjadi lebih efisien dengan pengurangan biaya sekitar 10 persen.
Sementara, Director Projects IQVIA India Arun Goyal menuturkan, sistem digital sudah dimanfaatkan pula untuk mengintegrasikan fasilitas pelayanan kesehatan di India. Data pasien berupa riwayat kesehatan bisa diakses mulai dari klinik, rumah sakit umum, dan rumah sakit swasta. Sistem ini membuat administrasi menjadi lebih cepat.
Diagnosis pun juga tidak membutuhkan waktu lama karena riwayat kesehatan pasien secara otomatis bisa ditransfer ke fasilitas kesehatan rujukan. Meski begitu, regulasi terkait sistem perlindungan data pasien harus sudah disiapkan secara matang terlebih dahulu.
CEO Asosiasi Teknologi Medis Asia Pasifik (APACMed) Harjit Gill mengatakan, pemanfaatan teknologi digital dalam layanan kesehatan semakin pesat di masyarakat. Itu seperti pemanfaatan telekesehatan, telefarmasi, diagnosis dengan kecerdasan buatan, serta pelatihan tenaga kesehatan secara jarak jauh.
“Pemanfaatan teknologi digital ini membutuhkan regulasi yang kuat. Dengan adanya regulasi, itu dapat mendorong pemanfaatan teknologi digital yang lebih luas sehingga kita pun akan jauh lebih siap ketika terjadi krisis kesehatan berikutnya,” katanya.
