AP II Dukung Arahan Menhub Jadikan Kertajati Sebagai Pusat Logistik
Lanjut dia, Bandara Kertajati tengah mengeksplorasi berbagai peluang termasuk kerja sama dengan PT GMF AeroAsia Tbk guna menghadirkan layanan pemeliharaan pesawat (maintenance, repair, and overhaul/MRO) yang inovatif, optimal dan sesuai standar global.
Adapun salah satu rencana pengembangan MRO yang mengedepankan inovasi dan teknologi terkini adalah dengan membangun inflatable structure hangar di apron eksisting Bandara Kertajati.
Direktur Utama GMF AeroAsia Andi Fahrurrozi memperkirakan pengoperasian inflatable structure hangar dapat dilakukan dalam waktu 5 bulan ke depan jika sudah mendapat persetujuan.
“GMF AeroAsia sendiri berminat membangun suatu kawasan AMO Center di Bandara Kertajati, yang terdiri dari learning services, component shop, engine shop, hangar/airframe maintenance, logistik center dan manufacturer,” ujar Andi.
Ia mengatakan, melalui AMO Center, Indonesia mendapat sejumlah manfaat yakni menjaga serta meningkatkan aspek keselamatan transportasi udara, percepatan pemulihan ekonomi, menarik minat investor, menambah devisa, memperluas lapangan kerja.
Sementara itu, Direktur Utama PT BIJB Muhamad Singgih mengatakan e-commerce hub di Bandara Kertajati memiliki luas sekitar 68,4 hektare.
“Bandara Kertajati akan membangun e-commerce hub dengan luas sekitar 68,4 hektare dan berkapasitas hingga 500.000 ton per tahun. Saat ini, sudah ada rancangan pengembangan untuk membangun e-commerce hub ini,” katanya.
Singgih menuturkan, Bandara Kertajati sebagai pusat logistik akan mendukung kawasan Rebana Metropolitan sebagai motor pertumbuhan ekonomi di wilayah Timur Laut Jawa Barat.
Bandara Kertajati dimiliki oleh PT Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) yang mayoritas sahamnya dipegang oleh Pemprov Jawa Barat (83,20 persen), lalu PT Angkasa Pura II sebesar (14,62 persen), Koperasi Jabar (1,54 persen), dan PT Jasa Sarana (0,64 persen).
