Badan Pangan Nasional : Skor Keterjangkauan Pangan Sudah Sangat Baik
Beranjak pada kategori ketersediaan, GFSI memberi skor 50,9 persen atau berada pada level lemah (40-54,9). Penyebabnya, beberapa indikator seperti akses ke input pertanian, penelitian pertanian dan pengembangan kecukupan pasokan berada pada level sangat lemah (skor 0-39,9) dan indikator lain seperti Infrastruktur rantai pasokan serta ketahanan pangan, dan komitmen kebijakan akses yang berada pada level lemah.
“Dari sisi quality and safety, baru food safety kita ternyata sudah hijau tapi untuk penganekaragaman konsumsi kita masih sangat bermasalah, nutritonal standards masih bersoal dan micronutrient availability masih bersoal,” tutur Andriko.
Begitu juga untuk kategori sustainability and adoption masih perlu banyak perbaikan karena berada pada level lemah dengan skor 46,3 yang utamanya disebabkan oleh indikator air dan political commitment to adaptation yang berada di level sangat lemah.
“Ini bisa menjadi bahan-bahan pemikiran kita agar kita berkolaborasi mengatasi yang merah dan kuning agar segera menghijau tapi yang paling penting menjaga yang hijau agar tidak jatuh menjadi kuning dan merah,” katanya.
Secara keseluruhan, skor GFSI Indonesia pada 2022 berada pada ranking 63 dari 133 negara, naik dibandingkan 2021 yang berada pada ranking 69 dengan tren 10 tahun bertambah 6,7.

