Bagi-bagi Klaster di BUMN Karya, Berikut Champion HK dan WIKA
“Untuk Hutama Karya, kita menjadi champion di bidang road dan related industries. Jadi, kita adalah mimpi kita yang sekarang sudah kita mulai yaitu membangun infrastruktur baik yang terkait maupun tidak dengan jalan merupakan keunggulan dari Hutama Karya,” ujar Aloysius.
Di luar itu, perseroan juga bakal fokus pada empat segmen lain yaitu sub Project Management Office (PMO) specialization, sub PMO Core Competency, sub PMO Dashboard, dan sub PMO Financial and Governance Policies.
Keputusan tersebut, kata Aloysius, merupakan hasil dari kesepakatan PMO yang mana bila difokuskan lagi akan mengerucut pada Engineering Procurement and construction (EPC) dan precast industry.
“Jadi, empat fokus lain itu adalah fokus segmen. Tapi yang benar-benar diungguli adalah toll road dan related industry,” jelas Aloysius.
Sementara, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) siap menjadi BUMN karya yang leading dalam Metal Mining dan industri juga EPC karena perseroan mengklaim ada keunggulan di sektor tersebut.
Direktur Utama Wijaya Karya Agung Budi Waskito mengungkapkan, dalam champion itu, WIKA telah siap pasarkan motor listrik secara besar-besaran pertengahan tahun ini.
”WIKA memang sudah memproduksi motor listrik tersebut namun belum dipasarkan secara besar-besaran,” ucapnya dalam webinar bertajuk Mengukur Infrastruktur yang diselenggarakan secara virtual pada Rabu (14/4/2021).
WIKA merencanakan perusahaannya ikut terlibat dalam holding perusahaan pabrik baterai listrik milik Indonesia yakni Indonesia Battery Corporation (IBC).
Perusahaan patungan empat BUMN itu didirikan sebagai holding untuk mengelola ekosistem industri baterai kendaraan bermotor listrik (Electric Vehicle Battery) yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Sebanyak empat perusahaan BUMN sektor pertambangan dan energi yang membentuk IBC yakni Holding Industri Pertambangan MIND ID (PT Indonesia Asahan
