Bandara Dhoho Kediri Rampung Desember 2021, AP I Sebagai Operator Bandara
AP I, sebut Faik, mendukung pembangunan Bandara Dhoho sebagai bagian dari sistem multi-bandara di wilayah Jawa Timur untuk melayani pertumbuhan lalu lintas penumpang. Bandara Dhoho juga dapat dikembangkan menjadi pusat kargo udara di wilayah Jawa Timur.
Bandara Kediri direncanakan menjadi gerbang alternatif menuju Jawa Timur selain Bandara Juanda, Surabaya. Pada tahun 2019, AP I mencatat Bandara Juanda melayani lebih dari 16,6 juta penumpang dengan lalu lintas pesawat mencapai 129.000 pergerakan pesawat dan kargo mencapai 88,4 juta kilogram.
Pada tahap awal, Bandara Dhoho Kediri direncanakan akan dibangun seluas 13.558 meter persegi dari luas total lahan bandara 321 hektare yang dapat memiliki kapasitas 1,5 juta – 2,5 juta penumpang per tahun. Dengan dimensi runway 3.300 meter x 45 meter, Bandara Dhoho dapat menampung 8 pergerakan pesawat pada pada jam sibuk dan dapat menjadi alternatif ketika terdapat obstacles di bandara-bandara di Jawa Timur.
Faik menambahkan, pembangunan bandara di Kediri ini sangat potensial karena dapat menjadi alternatif penerbangan setelah Bandara Juanda di Jawa Timur. []
