Bank Mandiri Ungkap Tantangan Kredit Sektor Hijau
Ia mengatakan, tidak mudah bagi perbankan BUMN seperti Mandiri untuk hanya fokus pada penyaluran pembiayaan energi hijau atau industri yang bersih dan bebas emisi.
Alexandra mengatakan, Bank Mandiri merupakan market leader dalam pembiayaan hijau dengan pangsa pasar mencapai 30 persen, yang mencapai hampir 12 persen dari total portfolio bank tersebut.
“Tapi kita mau menuju menjadi 15 persen, 20 persen, atau lebih dari itu, tantangannya kita masih harus dituntut untuk membiayai coal powerplant sesuai dengan roadmap pemerintah. Kalau ke depan masih punya rencana, kita tidak bisa bilang tidak untuk membiayai, sebagai contoh. Karena kalau kami atau bank BUMN tidak membiayai, bank lain sudah tidak mau. Apa kita mau biarkan kita tidak punya kecukupan listrik yang masih dibutuhkan khususnya di daerah yang belum tersentuh?” imbuhnya.
Selanjutnya, kesadaran dan persepsi terkait bisnis berkelanjutan masih dianggap sebagai beban biaya. Oleh karena itu, Bank Mandiri senantiasa mengedukasi nasabah korporasi agar memimpin visi Indonesia soal ekonomi karbon rendah.
“Banyak yang masih menjadi tantangan buat kita, tapi kita harus tetap mendukung pemerintah mencapai net zero emission di 2060 dan ini juga jadi komitmen kami untuk mencapai net zero operations di 2030,” kata Alexandra.
