Begini Dugaan Sementara Penyebab Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air
Saat ini, kata Suryanto, pihaknya masih terus mengumpulkan data-data terkait pesawat bernomor seri Boeing 737-500 itu.
Ia mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk mencari tahu apakah kondisi cuaca saat itu mempengaruhi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182.
“Kalau untuk cuaca, kami berkoordinasi sama BMKG kita sedang mengumpulkan semua data satelit, data server, data better forecaster-nya, terus dari briefing room-nya, semua kita lagi lagi kumpulkan. Jadi kami akan bersama BMKG untuk mengevaluasi cuaca yang terjadi saat itu seperti apa,” kata Soerjanto.
Sementara itu, dari tuturan Direktur Utama Sriwijaya Air, memastikan kondisi pesawat jenis Boeing737-500 itu dalam kondisi sehat sebelum lepas landas. Sebelum jatuh, pesawat tersebut terbang mulus ke beberapa kota.
“Kalau kondisi pesawat, informasi yang saya peroleh juga bahwa kondisi pesawat dalam keadaan sehat. Karena sebelumnya juga sudah terbang ke Pontianak PP (pulang-pergi), pulang ke Pangkalpinang baru ini rute kedua ke Pontianak-nya,” katanya.
“Jadi harusnya tidak ada masalah ya dan dari laporan kan semuanya lancar,” sambungnya.[]






