Bio Farma Siapkan 2,5 Triliun Agar Dapat Menjadi Pusat Vaksin di Asia Tenggara
BUMNINC.COM I Pemimpin Holding BUMN Farmasi, PT Bio Farma (Persero) mengungkapkan bahwa tahun 2021 belanja modal (capital expenditure/capex) perusahaan diprediksi sebesar Rp 2 triliun-Rp 2,5 triliun. Dana ini sebagian besar akan dipakai untuk pengembangan kapasitas perusahaan untuk bisa menjadi pusat vaksin di Asia Tenggara.
Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir merinci kebutuhan perusahaan senilai Rp 500 miliar untuk peningkatan kapasitas produksi dan penguasaan teknologi vaksin. Saat ini kapasitas produksi perusahaan telah lebih dari 3 miliar dosis per tahun dan akan ditingkatkan yang menjadikan perusahaan sebagai produsen terbesar di kawasan Asia Tenggara.
“Ini yang menjadi target kita improvement ke depan itu untuk menambah kapasitas dan untuk penguasaan teknologi,” kata dia, Rabu (30/12/20).
Menurut Honesti, ada juga kebutuhan Rp 500 miliar untuk mendukung implementasi program untuk menjadi regional hub.
Selain itu, ada investasi sistem digital yang tengah dilakukan perusahaan. Dengan teknologi ini, diharapkan proses yang ada di perusahaan secara end-to-end dari mulai produksi hingga vaksinasi di Bio Farma akan terdigitalisasi untuk bisa menjadi.
