Bio Farma Siapkan 2,5 Triliun Agar Dapat Menjadi Pusat Vaksin di Asia Tenggara
“Jadi menurut saya tahun depan merupakan tahun yang sangat menantang bagi kita, disamping harus membantu pemerintah mengatasi pandemi tapi kita juga harus berbenah untuk meningkatkan kompetensi dan meningkatkan kemampuan kita untuk bisa memenuhi harapan pemerintah untuk bisa menjadi regional hub vaksin di Asean,” tuturnya.
Mengenai asal dana belanja modal ini salah satunya bersumber dari penyertaan modal negara (PMN) dari pemerintah untuk sektor kesehatan sebesar Rp 2 triliun, dengan bagian untuk Bio Farma senilai Rp 1 triliun.
Disamping itu, “Ada pendanaan perbankan dan modal sendiri dan ada penambahan modal dari pemerintah di sektor healthcare, terutama Bio Farma dan anak usaha,” kata Honesti.
Bio Farma adalah induk dari tiga emiten farmasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), yakni PT Kimia Farma Tbk (KAEF), PT Indofarma Tbk (INAF), dan PT Phapros Tbk (PEHA).[]
