Bisnis Kargo AP II Catat Pertumbuhan Positif saat Pandemi, AP II Akan Bangun Kawasan Kargo Village
“Cargo Village ini menandakan transformasi layanan kargo di Indonesia akan turut meningkatkan daya saing Bandara Soekarno-Hatta di tingkat regional dan global. Cargo Village Bandara Soekarno-Hatta dilengkapi dengan state of the art technology dan menandakan dimulainya era baru dan modern dalam pelayanan kargo udara di Indonesia,” jelasnya.
Pengembangan Cargo Village Bandara Soekarno-Hatta dilakukan di atas lahan seluas 90 hektare atau tiga kali lipat dari terminal kargo eksisting. Kapasitas Cargo Village ini dapat menangani 1,5 juta hingga 2,2 juta ton kargo per tahun, atau jauh dari kapasitas terminal kargo eksisting yang ada sekarang yaitu 700.000 ton per tahun. Digitalisasi juga diterapkan di setiap lini Cargo Village guna mempermudah dan mempercepat berbagai proses.
Adapun kawasan Cargo Village juga akan dibangun di Bandara Kertajati, di mana langkah ini sejalan dengan fokus pengembangan Bandara Kertajati untuk menjadi pusat layanan kargo dan sebagai pusat perawatan pesawat (Maintenance, Repair and Overhaul/MRO). []
