Bangkitnya Tren Barang Bekas, Ide Segar Buat Tambah Kas
BUMNINC.COM | Bisnis barang bekas, tentunya bisa menjadi pilihan yang cukup baik bagi peminat usaha. Karena sebagai usaha kreatif, bisnis ini kian marak dari tahun ke tahunnya.
Dari sumber Kompas, dikutip pada Senin (8/2/2021), bahwa tren ini didokumentasikan dalam beragam studi Adrienne Steffen dalam presentasi studinya yang bertajuk “Second-hand consumption as a lifestyle choice” (International Conference on Consumer Research (ICCR), Bonn, Jerman, 2016) dan dari Lembaga Riset Dunia (WRI) misalnya.
Barangkali, tanpa adanya proses produksi usaha barang bekas dalam setiap satuan unitnya tidak terhitung dalam perhitungan PDB.
Tapi tenang melalui praktik-praktik pemeliharaan dan perbaikan pada barang bekas merupakan salah satu langkah pemberian nilai tambah pada barang terkait.
Indonesia misalnya, yang cukup besar berhubungan dengan ini adalah reparasi kendaraan bermotor, aktivitas tersebut dihitung sebagai reparasi mobil dan sepeda motor yang menjadi salah satu sektor atau lapangan usaha pembentuk PDB.
Upaya pemeliharaan dan perbaikan tersebut juga dimaksudkan agar barang bekas memiliki nilai lebih ketika dijual. Artinya, ada aktivitas perdagangan di dalamnya. Perdagangan juga menjadi salah satu komponen penyumbang PDB dari sisi lapangan usaha.
Karena memang sebagai pembuktian, Badan Pusat Statistik (BPS), kedua komponen PDB tersebut diklasifikasikan menjadi satu sektor, yakni perdagangan besar dan eceran serta reparasi mobil dan sepeda motor.
Sektor tersebut menjadi kontributor terbesar ke-3 terhadap PDB nasional, setidaknya dalam pemantauan lima tahun terakhir.
Selain itu, tentunya peningkatan tren pemanfaatan dan perbaikan barang bekas turut memperkuat munculnya ekonomi kreatif.
Memberi nilai tambah pada barang bekas tentunya memerlukan kreativitas agar barang terkait kembali memiliki nilai jual, bahkan lebih tinggi.
Ekonomi kreatif ini sejalan dengan salah satu pilot project pemerintah yang dari tahun ke tahun terus menguatkan posisi industri kreatif.
