BRIN: RI Berperan Sangat Penting Dalam Pasokan Bahan Baku Timah dunia
Proses timah dari hulu ke hilir dilakukan melalui kegiatan eksplorasi, penambangan mineral timah, pengolahan mineral timah, peleburan, dan pemurnian, hingga menjadi sebuah produk.
Kegiatan eksplorasi timah dapat dilakukan melalui eksplorasi darat dan eksplorasi laut, penambangan secara onshore maupun offshore, pengolahan mineral timah yang menghasilkan kasiterit 70 persen timah dan berbagai mineral ikutan timah.
Penambangan timah Bangka Belitung, lanjutnya, menghasilkan kasiterit. Mineral itu dapat diolah menjadi timah logam dengan berbagai produk industri, seperti solder, tin plate, chemical, float glass, brass dan bronzo, dan lain sebagainya.
“Timah solder produknya itu berupa solder elektronik dan solder industri dengan aplikasinya untuk elektronik dan otomotif,” kata Tri.
Tin plate menghasilkan pengemasan (tinware) household untensils. Sedangkan chemical menghasilkan berbagai senyawa inorganiktin IV, senyawa inorganiktin II, dan senyawa organotin yang dapat diaplikasikan untuk katalis, industri gelas, baterai, sel tunam dan surya, pengolahan air, maupun industri pigmen.
Secara global pengaplikasian timah, mayoritas untuk solder dengan yang digunakan untuk industri elektronik dan industri otomotif, serta chemical untuk industri kimia, sel surya dan sel tunam, industri gas sensor, hingga industri pencelupan kain.
Mineral kasiterit dari Indonesia memiliki potensi dan dapat diaplikasikan dalam pembuatan fabrikasi kaca konduktor Flourine Tin Oxide (FTO) berbasis prekursor timah klorida. Kaca FTO memiliki konduktivitas listrik tinggi dan transparansi tinggi.
