Bulog NTB Gelontorkan 100 Ton Beras Per Hari Untuk Stabilisasi Harga
Ia menyebutkan harga tebus di gudang Bulog bagi pedagang yang membeli langsung dan mengambil langsung di gudang Bulog sebesar Rp8.300/kg.
Pihaknya mempersilakan masyarakat yang mau menjual beras Bulog dengan tetap mengikuti prosedur, memenuhi syarat, dan menjual dengan maksimal HET.
Muis juga menegaskan bila ada jajaran Bulog yang mencoba mempermainkan harga beras, apalagi menjual di atas HET, akan ditindak tegas.
“Kalau ada petugas Bulog bermain, silakan laporkan, kami akan berikan sanksi tegas sesuai ketentuan yang berlaku di Perum Bulog,” ucapnya.
Sementara itu, pedagang-pedagang di pasar tradisional mengaku sangat terbantu dengan adanya program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) Bulog karena masyarakat bisa memperoleh kebutuhannya dengan harga terjangkau di saat harga beras di pasaran mengalami kenaikan.
“Harga beli ke gudang Bulog secara langsung Rp8.300/kg dan saya menjualnya dengan harga Rp9.000/kg. Saya sudah menjadi pelanggan Bulog sejak lama dan juga turut menjual produk Bulog yang lain berupa gula dan minyak goreng,” tutur Masriah, pedagang di Pasar Tradisional Kebon Roek, Kota Mataram.
Hal senada dikatakan Nur, salah satu outlet pedagang beras Bulog di Pasar Jelojok Kopang, Kabupaten Lombok Tengah. Ia mengaku membeli beras di gudang Bulog karena harga di penggilingan sangat tinggi.
“Harga beli di gudang Bulog sendiri Rp8.300/kg dengan ketentuan ambil sendiri. Lalu saya menjualnya kembali maksimal sesuai HET Rp9.450/kg,” ujarnya
