BUMN Industri Pertahanan Targetkan Jadi 50 Perusahaan Teratas di Dunia
“Semuanya harus saling besinergi antar stakeholders pertahanan dan BUMN Indhan diharapkan menjadi lokomotif kemandirian industri pertahanan,” tegasnya.
Hal senada disampaikan oleh Wakil Menteri BUMN Pahala Mansury, kementeriannya menargetkan Holding Industri Pertahanan menjadi Top 50 Defence Global Company di 2024.
“Target ini akan tercapai melalui peningkatan kapabilitas serta peningkatan revenue dan income melalui strategi bisnis, teknologi dan keuangan yang terencana dengan 5 prioritas Kementerian BUMN,” ungkap Pahala Mansury.
Sementara itu, Ketua Organizing Committee BUMN Indhan yang juga Direktur Utama PT Len Industri (Persero) Bobby Rasyidin mengatakan, keterlibatan para stakeholder merupakan bentuk penyelarasan antara kebutuhan Alpalhankam dengan kemampuan industri pertahanan guna mencapai Minimum Essential Force (MEF) pada tahun 2024 seperti diamanahkan oleh Rencana Pembangunan Jangan Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.
“FGD kali ini juga membahas tentang riset, inovasi, dan pengembangan teknologi yang merupakan pilar penting dalam mempertahankan keamanan nasional. Riset dan inovasi juga tidak terbatas pada pengembangan Alpalhankam saja, namun termasuk di dalamnya strategi perang, serta pengumpulan informasi,” terang Bobby Rasyidin.
Untuk mengembangkan Industri Pertahanan Nasional, FGD ini juga hadir untuk membahas kebutuhan pengembangan ekosistem supply chain komponen dan bahan baku yang diproduksi oleh industri manufaktur. Pengembangan ini secara langsung akan berdampak pada penilaian Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
FGD Industri Pertahanan kali dibagi menjadi tiga sesi masing-masing membahas Kebijakan dan Perencanaan Alpalhankam, Teknologi dan Riset & Inovasi, serta Komitmen Industri Pertahanan dan Peningkatan TKDN.
