Capai Pendapatan Tertinggi, Pertamina Bukukan Laba Bersih 3,81 M Dolar
EBITDA Perseroan mengalami kenaikan sebesar 47 persen secara tahunan (yoy).
Nicke menegaskan, pencapaian tersebut bukan disebabkan karena suatu kebetulan (windfall) atau pengaruh lonjakan komoditas harga minyak mentah Indonesia atau ICP, melainkan karena faktor kontribusi para staf dan efektifitas biaya (cost).
“Ada yang mengatakan, oh ini kan karena pengikatan karena ICP, kalau dikatakan bahwa kurs itu tinggi, kita pernah mengalami kurs tinggi juga di beberapa tahun. Kita ICP juga pernah di atas 100, tapi pencapaian tidak demikian, kalau kita liat yang paling memberikan kontribusi sebetulnya di cost, kalau kita lihat, persen dari biaya di tahun 2012, tahun 2014 sekitar 93-94 persen, tapi di tahun 2022 ini hanya 89 persen itu ada penghematan 4 persen sampai 5 persen,” ujar Nicke
