CPO Malaysia Turun, Indonesia Alami Kenaikan
BUMNINC.COM | Melesatnya harga minyak mentah seiring dengan kabar bahwa Arab Saudi bersedia secara sukarela untuk memangkas produksi minyaknya sebesar 1 juta barel per hari (bph).
Terkait hal itu, minyak sawit mentah (CPO) yang merupakan salah satu bahan baku biodiesel akan terpengaruh terhadap fluktuasi harga minyak.
Meskipun begitu, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) memprediksi produksi CPO tahun ini mencapai 49 juta ton atau naik 3,5% dibanding tahun lalu.
Permintaan ekspor minyak sawit diperkirakan tembus mencapai 55,2 juta ton atau megalami kenaikan sebesar 11,5% dibanding tahun lalu. Konsumsi biodiesel juga berpotensi naik 11% tahun ini.
Lain Indonesia, lain Malaysia, harus merasakan naiknya sudah terlalu kencang, harus terkoreksi hari Kamis ini. Sebelumnya, Malaysia mengalami penguatan harga kontrak futures (berjangka) CPO Malaysia membawanya dekati level tertinggi dalam 10 tahun di RM 3.900/ton.
Harga kontrak yang aktif ditransaksikan di Bursa Malaysia Derivatif Exchange tersebut turun 0,23% dibanding posisi penutupan perdagangan kemarin. Harga kontrak CPO yang kadaluwarsa pertengahan Maret tersebut dibanderol di RM 3.868/ton. Padahal kemarin harga CPO ditutup di RM 3.877/ton.
