Cara Mustika Ratu Bertahan di Tengah Gempuran Zaman dan Pandemi
Ajeng mengakui, selama pandemi memang banyak kebijakan yang mempengaruhi perilaku konsumen dan berdampak pada penjualan industri kosmetika termasuk Mustika Ratu. Namun menurutnya, yang perlu diingat, industri kosmetika bukan hanya soal produk tata rias atau dekoratif, melainkan juga produk lain seperti perawatan wajah, rambut, tubuh, dan kulit yang di masa pandemi justru permintaannya meningkat.
Penyebabnya karena pandemi membuat kesadaran untuk hidup bersih lebih tinggi. Selain itu, kebijakan work from home membuat orang banyak melakukan perawatan tubuh di rumah juga. Akibatnya, produk perawatan tubuh justru diminati. Terbukti, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mencatat ada sekitar 2.000 produk kosmetika baru yang terdaftar selama pandemi. “Artinya selama pandemi justru banyak muncul produk baru,” imbuh Ajeng.
Lebih lanjut kata Ajeng, Mustika Ratu juga meluncurkan puluhan produk baru selama pandemi. Salah satu yang mendapat respons bagus dari konsumen ialah suplemen untuk daya tahan tubuh Herbamuno+.
Produk dengan izin edar sebagai jamu ini sudah mendapat penghargaan TOP Innovation Choice Awards karena dalam pengembangannya memadukan sains dan teknologi. Ajeng menjelaskan, Herbamuno+ sudah melewati uji pra klinis, dan saat ini sedang tahap uji klinis bekerja sama dengan Universitas Indonesia dan sejumlah profesor.
