Cerita Molas Trip ke Pulau Flores: Banyak Tempat Indah yang Bisa Kamu Kunjungi Selain Pulau Komodo
Meskipun begitu, untuk melalui jalur ini, lanjut Emil, dibutuhkan motor dan keterampilan khusus, karena jalurnya masih belum diaspal dan cenderung hanya bisa dilalui lewat offroad. “Ada beberapa titik yang masuk kategori sangat hard, sehingga butuh kerja sama tim,” ucap Emil.
Rombongan Dualsport pun menysuri jalur utara. Jika jalur trans Flores merupakan jalur umum yang di gunakan wisatawan biasa, maka jalur utara lebih cocok untuk para petualang.
Sehingga, dibutuhkan kendaraan, keahlian dan persiapan khusus untuk dapat menikmati jalur ini. Karena, kondisi jalan yang rusak, jarang penduduk, fasilitas terbatas bahkan untuk jaringan komunikasi sekalipun.
“Namun diluar semua kesulitan itu jalur ini sangat indah, dimana jalan-jalan yang disiapkan itu banyak di pinggir pantai, sehingga sangat memanjakan mata,” terang Emil.
Mathias Mboi, sebagai salah satu tokoh masyarakat mengatakan bahwa Jalur utara ini memang sedang menjadi perhatian pemerintah. Selain karena potensi wisatanya, jika jalur ini sudah perbaiki maka waktu tempuh untuk akan semakin cepat karena tidak melewati banyak pengunungan.
“Ya baik sekali, selain untuk pariwisata pengembangan atau revitalisasi jalur utara akan sangat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat Flores, khususnya kota-kota yang ada dibagian utara,” ujar Mathias.
Sepanjang jalur, objek-objek wisata sudah menerapkan protokol Kesehatan Covid-19. Bagi pengunjung yang ingin memasuki kawasan Taman Nasional Komodo dan Taman Nasional Kelimutu ada metode baru yaitu pendaftaran online.
Untuk komodo: www.registration.labuanbajoflores.id dan kelimutu melalui aplikasi whastup dengan nomor telepon 082110103335.
“Semenjak dibuka kembalinya Kelimutu pasca pandemi ini, Kami mengeluarkan kebijakan pendaftaran online, karena kita membatasi jumlah kunjungan sebanyak 390 orang perhari. Ini mengurangi beban taman nasional dan juga mengurangi resiko adanya kerumunan orang,” ujar Peter, salah satu petugas loket di Taman Nasional Kelimutu.
Direktur Pemasaran Pariwisata Regional I Kemenparekraf/Baparekraf, Vinsensius Jemadu, mengatakan bahwa dari seluruh jalur yang dilewati ini dapat dijadikan referensi pola perjalanan atau tourist pattern bagi para turis overlander dan penyedia jasa perjalanan.
“Namun, dari hasil evaluasi yang dilakukan, jumlah hari yang dialokasikan seharusnya bisa lebih panjang, sehingga cukup waktu untuk eksplorasi,” kata dia.
