Dihantam Pandemi, Peringkat Hutama Karya di Fitch Ratings Tetap Bertahan
Hal itu mengingat terjadinya kenaikan biaya keuangan yang sejalan dengan bertambahnya ruas tol yang dioperasikan oleh Hutama Karya pada tahun lalu.
“Walau demikian, perusahaan dapat menjaga arus kas yang positif dengan kenaikan kas dan setara kas sebesar 35 persen dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya, serta kenaikan aset sebesar 21 persen dibandingkan tahun 2019.” ujarnya dalam keterangan tertulis pada Senin (19/4/2021).
Aloysius menambahkan, ini merupakan kali kedua Hutama Karya berhasil mendapatkan Investment Grade dari Lembaga Rating terkemuka. Rating yang diraih Hutama Karya ini juga merupakan rating tertinggi diantara BUMN Karya.
Ia mengungkapkan, Hutama Karya tetap mampu mempertahankan marjin EBITDA yang solid disertai dengan ketersediaan kas yang positif.
“Perusahaan juga dapat memenuhi seluruh kewajiban yang telah jatuh tempo serta mendapat dukungan dari lembaga keuangan dan non keuangan nasional melalui fasilitas Cash Defisiency Support (CDS) yang menjamin ketersediaan kas untuk mendukung percepatan pembangunan JTTS,” tutup Aloysius.
Hingga akhir tahun 2020 lalu, Hutama Karya berhasil mengoperasikan 2 ruas tol tambahan yaitu Pekanbaru – Dumai dan Sigli – Banda Aceh Seksi 4, sehingga saat ini total ruas tol yang sudah beroperasi sepanjang 554 km. Keseluruhan ruas tersebut diantaranya 2 ruas tol di Pulau Jawa yakni Ruas Tol JORR Seksi S dan Ruas Tol Akses Tanjung Priok.
Selanjutnya ada enam ruas tol lainnya di JTTS yakni Ruas Bakauheni – Terbanggi Besar, Ruas Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung, Ruas Palembang – Indralaya, Ruas Medan – Binjai, Ruas Pekanbaru – Dumai, dan Ruas Sigli – Banda Aceh Seksi 3 & 4.
Hutama Karya juga menargetkan kontrak baru hingga Rp 20.59 triliun dengan membidik proyek–proyek strategis nasional pemerintah, khususnya pada proyek bendungan, infrastruktur jalan, dan EPC.
