Dirut PT Garam Akui Saat Ini Impor Garam Sangat Diperlukan
BUMNINC.COM | Direktur Utama PT Garam (Persero) Achmad Ardianto mengungkap impor garam menjadi mau tidak mau harus dilakukan untuk menutupi kebutuhan garam nasional.
Achmad mengatakan produksi garam lokal bukan tidak mampu memenuhi kebutuhan garam nasional dalam arti kualitas. Namun, kata Achmad, garam lokal belum mampu menampilkan produk garam yang konsisten sesuai dengan kebutuhan sebagian industri.
Untuk saat ini, ucap Achmad, garam lokal milik PT Garam dan petani garam belum mampu secara konsisten memenuhi kebutuhan garam sebagian industri di dalam negeri seperti untuk industri Chlor Alkali Plant (CAP) untuk pembuatan kaca, pulp, paper, dan lainnya.
“Untuk industri yang sebenarnya bisa dipenuhi dengan garam lokal adalah industri aneka pangan dengan kebutuhan 500 ribu sampai 600 ribu ton, impor garam untuk pemenuhan aneka pangan ini yang mempunyai dampak besar bagi garam lokal,” katanya.
Menurut Achmad, persoalan impor garam tak lepas dari model produksi garam Indonesia yang masih menggunakan cara pertanian dan manual. Sementara garam impor dihasilkan melalui proses mekanisasi yaitu industrialisasi yang mana ladang garam besar menggunakan alat mekanis dengan masa panen lebih panjang dan kualitasnya lebih konsisten.
“PT Garam telah mengalokasikan 1.000 hektare untuk dikonversi menjadi ladang garam mekanisasi, hal ini dilakukan untuk melakukan transformasi pada hulu yang sebelumnya berbasis konvensional pertanian menjadi industri,” ungkapnya.

