Duh, Mendag Sebut Harga Kedelai Akan Terus Meroket hingga Mei
Ia menambahkan, mekanisme tata niaga kacang kedelai tidak lagi dipegang oleh Kemendag sejak 2013. Kemendag memastikan akan tetap mempelajari mekanisme itu.
Lutfi menyebutkan, ada beberapa penyebab harga kedelai naik. Di antaranya permintaan dunia yang tinggi terhadap kedelai. Sementara sisi pasokan dan logistiknya terganggu.
“Ada gangguan cuaca di Amerika Latin yang menyembabkan kondisi basah di Brasil dan Argentina. Di Argentina juga terjadi mogok, baik dari sektor distribusi maupun pelabuhan,” kata Lutfi menjelaskan.
Ia turut memaparkan penyebab permintaan kedelai tinggi. Salah satunya karena peningkatan permintaan kedelai dari China yang digunakan sebagai pakan ternak. Permintaan kedelai China naik dari 15 juta ton menjadi 28 juta ton karena flu babi.
Pada 2019 sampai 2020, China mengalami flu babi yang menyerang ternak babi mereka, kemudian seluruh ternak babi di China dimusnahkan. Kini mereka memulai lagi ternak babi berjumlah sekitar 470 juta.
“Hal itu, membuat permintaan kedelai China kepada Amerika Serikat (AS) naik dua kali lipat dalam waktu singkat,” tandas Lutfi.[]



