Erick Thohir Apresiasi Petani Jeruk Binaan BRI
BRI terus fokus dalam pemberdayaan segmenUMKM tersebut. Hingga penghujung kuartal III tahun2021, penyaluran kredi tUMKM BRI tumbuh 12,50 persen secara tahunan, dengan nilai kredit UMKM BRI mencapai Rp 848,60 triliun. Capaian tersebut membuat porsi kredit UMKM meningkat dari 80,65 persen di akhir September 2020, menjadi 82,67 persen di akhir September 2021 dari total portofolio kredit BRI.
Direktur BRI Sunarso mengatakan, perseroan terus melihat potensi UMKM agar kualitas produk senantiasa meningkat. Di masa pandemi, lemon menjadi salah satu jenis buah yang paling dicari karena manfaatnya terhadap kesehatan, khususnya imunitas tubuh.“Kami melihat, untuk meningkatkan kualitas produk, perlu ada (mesin) grading sortation. Kami memberikan bantuan mesin grading yang 100 persen buatan lokal dari Cimahi,” katanya.
BRI memberikan sarana dan prasarana produksi berupa mesin grader/sortir tersebut, berharap agar dukungan tersebut dapat meningkatkan efisiensi waktu kerja petani jeruk sehingga memudahkan pemasaran sesuai kriteria ukuran pasar.
Mesin grader tersebut memiliki mekanisme pengayakan dengan silinder putar yang diberi lubang-lubang dengan diameter sesuai ukuran buah jeruk. Bidang sortasi pada permukaannya dilengkapi alur pemisah, sehingga dapat memisahkan jeruk sesuai ukuran standar di pasar.
Selama ini, pemberdayaan UKM oleh BRI melalui pelatihan dan materi terkait ekspansi bisnis, seperti pembukuan keuangan yang baik, pelatihan usaha dan akses permodalan, hingga pengelolaan bisnis di marketplace online agar UMKM dapat menembus pasar global.
Kontribusi kredit BRI pada sektorusaha pertanian jeruk juga terus meningkat, yakni sebesar 10,3 persen secara year-to-date (YtD). Per Desember 2020 jumlahnya Rp 892 miliar, melonjak menjadi Rp9 84 miliar per Oktober 2021.
Selain pembiayaan, BRI juga melakukan pemberdayaan klaster binaan dengan menyiapkan Sumber DayaManusia (SDM) petani agar semakin profesional. Hal inipenting untuk terus meningkatkan keberlangsunganp roduksi, yakni meliputi teknis budidaya, penanganan panen dan pasca panen, pemasaran, hingga pengelolaan organisasi.

