Erick Thohir Transformasi BUMN dan Bikin RI Makin Cuan
Menurut Erick, potensi perusahaan BUMN saat ini masih banyak yang bisa digali. Dia ingin mengonsolidasikan business model economy digital. “Karena potensi Rp 4.500 triliun [ekonomi digital] jangan sampai hilang,” kata Erick.
Menurutnya saat ini yang juga dibutuhkan adalah sinergi lintas kementerian. Seperti dalam hal ekonomi digital, dia telah meminta jajarannya untuk berkomunikasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika.
Selain ekonomi digital, sektor yang belum tergarap optimal di Indonesia adalah pariwisata. Erick mengatakan bahwa PDB Indonesia telah mencapai lebih dari Rp 19.000 triliun. Akan tetapi didominasi oleh sektor pertambangan yang menyumbang sekitar Rp 2.300 triliun.
Sementara itu, pariwisata hanya menyumbang sekitar Rp 701 triliun. Padahal Indonesia memiliki banyak destinasi yang menawarkan kekayaan alam dan budaya.
“Kita lihat tren di UAE, di Saudi, di Qatar mereka sudah coba migrasi tidak hanya dari sumber daya alam seperti minyak dan gas,” katanya.
Erick berharap kontribusi pariwisata bisa duduk di peringkat kedua setelah pertambangan. Dengan demikian nilainya dapat mencapai sekitar Rp 2.000 triliun. Hal ini pada akhirnya akan membawa pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa lebih dari 5%.
“Yakin pertumbuhan ekonomi, dengan growth dari pariwisata dan ekonomi digital ini, bisa 6,5%,” katanya.
Adapun setoran BUMN ke negara sepanjang 2023 telah mencapai Rp 81,1 triliun atau 100% lebih dari target dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun ini. Erick membidik setoran BUMN dapat mencapai Rp 85 triliun atau tumbuh dibandingkan tahun ini.
“Jadi kita pecahkan rekor lagi dividen terbesar sepanjang sejarah,” katanya.
Atas seluruh capaian tersebut, Erick Thohir mendapatkan CNBC Indonesia Award 2023 dengan kategori Best Leader for SOE Transformation. “Kepada CNBC dan Pak CT, terima kasih atas penghargaannya. Ini bisa terjadi karena [BUMN] memiliki talenta terbaik,” kata Erick.
