Harapan DPR Komisi VI untuk Holding PTPN
Lebih lanjut ia mencontohkan komoditas kopi, teh dan kakao itu menyedot lapangan pekerjaan yang cukup banyak, sementara di satu sisi perusahaan dituntut melakukan efisiensi dan meningkatkan laba maka komoditasnya diganti, diganti ke tanaman tebu.
“Penggantian komoditas ini berimbas pada pengurangan karyawan besar-besaran, ongkos tenaga kerja di pangkas habis, yang biasanya dia bekerja dalam seminggu full, sekarang di beberapa perkebunan itu paling banter kerjanya tiga hari dalam seminggu, ini menimbulkan efek sosial,” ujarnya.
Ia pun menambahkan, “saat ini sudah mulai dibenahi, agar BUMN kita itu bener-bener hadir untuk Indonesia, meningkatkan perekonomian, menumbuhkan lapangan pekerjaan, dan semacamnya. Yang terpenting juga PTPN memiliki utang yang cukup besar, yang harus segera diselesaikan. Sementara Rp45 triliun itu mau jadi seperti apa cara membayar utangnya,” ujarnya.[]
