Hutama Karya Masih Menunggu Pencairan PMN untuk JTTS
Sebelumnya pun, Fauzan mengatakan selain PMN Hutama karya akan menggunakan skema pendanaan kreatif untuk pendanaan konstruksi JTTS.
Salah satunya adalah penerbitan global medium term notes (GMTN), untuk mencapai target perkampungan JTTS pada 2023.
Melalui itu, Hutama Karya sejauh ini optimistis dapat mencapai target pendanaan hingga 2023.
“[Salah satu pendanaan kreatif yang dimaksud] yakni program GMTN senilai US$900 juta serta penjajakan potensi kerja sama lainnya dengan nilai yang masih bergerak,” katanya.
Maka, Hutama Karya akan mendapatkan pendanaan senilai Rp12,63 triliun (kurs Rp14.000) dari surat utang global. Adapun, total defisit pendanaan proyek tersebut mencapai Rp60 triliun.
Setelah mendapatkan PMN, defisit pendanaan konstruksi JTTS akan berkurang setidaknya 31,55 persen pada tahun ini menjadi sekitar Rp41,07 triliun.[]
