Indonesia-Singapura Perkuat Kerja Sama Atasi Dampak Perubahan Iklim
Delegasi Singapura yang diketuai oleh Deputy Cindy Khoo juga turut ikut menyetujui bahwa Indonesia dan Singapura harus bisa lebih cepat dalam menyusun proyek konkret di keempat isu yang dibahas.
“Kita sudah tahu isu-isu yang mau kita bahas, sekarang yang lebih penting lagi adalah mengenai bagaimana cara kita melakukannya ke depan. Di mulai dari adanya agenda atau timeline dari masing-masing proyek,” ujarnya.
Deputy Cindy menjelaskan bahwa Singapura memang berkomitmen pada adanya aksi untuk mengendalikan perubahan iklim, yaitu melakukan transformasi industri, ekonomi, dan masyarakat, kemudian mengadopsi low-carbon technologies, dan mengedepankan kolaborasi internasional antarnegara yang efektif.
Di akhir sesi, kedua negara menyepakati 11 kegiatan dan periode waktu kerja sama dari empat bidang yaitu carbon pricing and markets, nature based solutions and ecosystem-based approach, clean technology and solution, dan green and blended finance, yang akan dituangkan ke dalam Memorandum of Understanding (MoU) antara kedua negara.
Penandatanganan MoU tersebut ditargetkan dapat dilakukan pada bulan Maret 2022.
