Ingin Indonesia Beralih ke EBT, Ma’ruf Amin: Lebih 70 Persen LPG Impor
Ma’ruf pun menilai perlunya Indonesia belajar dari pengalaman beberapa negara yang telah sukses dalam pemanfaatan energi baru terbarukan. Salah satunya, Jerman, bauran energi primer dari Energi Baru Terbarukan telah mencapai 85 persen dari energi nasionalnya.
Sebagian besar Energi Baru Terbarukan di Jerman merupakan energi dari tenaga urya, angin, sampah biomassa, dan hidro-elektrik. Menurut Wapres, keberhasilan Jerman ini tidak lepas dari riset, inovasi dan investasi dari Pemerintah Jerman yang menyatakan bahwa tahun 2050 semua energi berasal dari energi hijau dan bersih.
Sedangkan Indonesia, lanjut Ma’ruf, potensi Energi Baru Terbarukan di Indonesia juga cukup besar, terutama dari energi Surya, angin dan hidro-elektrik. Apalagi, posisi Indonesia yang berada di garis khatulistiwa, juga memiliki potensi energi surya berlimpah.
Namun, Maruf mengakui semua potensi tersebut belum dikelola secara maksimal, mulai dari penggunaan energi surya, energi angin dan hidro-elektrik yang belum banyak dimanfaatkan sektor industri atau perumahan.
Karena itu, ia menekankan selain investasi, perlu juga riset dan inovasi untuk industri energi Indonesia. Ia pun berharap peran perguruan tinggi khususnya Universitas Pertamina dalam mengembangkan riset dan inovasi di bidang energi.
“Target bauran energi dengan energi terbarukan pada tahun 2025 tidak akan tercapai jika riset dan inovasi tidak turut serta ditingkatkan,” ujar Ma’ruf.[]
