KemenKopUKM Ajak Fintech Tingkatkan Efisiensi UMKM Dengan Digitalisasi
Pemerintah pun disebutnya terus memperluas akses pasar khususnya melalui digitalisasi UMKM dilakukan secara komprehensif antara lain dengan memanfaatkan belanja pemerintah, belanja swasta dan BUMN sebagai pelaksanaan kebijakan afirmatif 40 persen belanja K/L untuk produk UKM dan dalam negeri.
Tercatat partisipasi UMKM di pasar digital pada Juni ini telah mencapai 21 juta dari target 30 juta UMKM pada 2024. Kemudian sebanyak 2,9 juta produk UMKM telah masuk dalam e-Katalog dari target 5 juta produk. Sedangkan untuk belanja di BUMN melalui website PaDi untuk membeli produk UMKM telah mencapai Rp22 triliun dengan melibatkan sekitar 17.200 UMKM.
Pada kesempatan yang sama, CEO Doku, Chris Yeo mengutarakan Juragan DOKU merupakan inisiatif untuk pertumbuhan lanjutan yang menyasar segmen pasar UMKM Indonesia. Juragan Doku disebutnya menawarkan cara terima pembayaran yang cepat, mudah dan lengkap baik online maupun offline bagi para penjual di media sosial atau yang lebih dikenal dengan sebutan social sellers.
“Mereka menjadi target pasar utama bagi Juragan Doku di fase awal ini. Melalui Juragan Doku kami berharap tidak hanya dapat meningkatkan jumlah transaksi sukses saja, namun juga mendukung social sellers untuk memperluas basis pelanggan mereka dengan tersedianya berbagai metode pembayaran,” jelasnya.
