BUMNINC
  • Home
  • Editorial
  • INC Updates
  • INFO MUDIK
  • Coorporate
    • CSER
    • SMEDEV
  • MICE
  • Research
  • English News
  • BUMNINC Tube
  • #CEOMind
INC Updates 19 Agustus 2025 08:57 1616

Kemenperin buat pusat krisis tampung keluhan pembatasan pasokan HGBT

BUMNINC.COM I Kementerian Perindustrian (Kemenperin) membentuk Pusat Krisis Industri Pengguna Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT), sebagai langkah cepat menampung keluhan pembatasan pasokan subsidi gas ke industri penerima.

Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arif di Jakarta, Selasa, mengatakan langkah itu diambil setelah tersebarnya surat produsen gas pada industri penerima HGBT bahwa akan diberlakukan pembatasan pasokan sampai 48 persen.

“Menurut kami, hal ini janggal karena pasokan gas untuk harga normal, harga di atas 15 dolar AS per MMBTU stabil. Tapi mengapa pasokan untuk HGBT yang berharga 6,5 dolar AS per MMBTU dibatasi? Itu artinya tidak ada masalah dalam produksi dan pasokan gas dari industri hulu gas nasional,” katany

Lebih lanjut, Febri mengatakan sebaiknya produsen gas tidak membangun narasi pembatasan pasokan gas karena ingin menaikkan harga gas untuk industri di atas 15 dolar AS per MMBTU. Adapun subsidi gas industri dibanderol dengan harga 6,5 dolar AS per MMBTU.

Tidak ada isu atau masalah teknis produksi dan pasokan gas dari industri hulu gas. Kami tidak ingin kejadian yang terulang kembali pada industri dalam negeri, dengan kebijakan relaksasi impor yang mengakibatkan turunnya utilisasi produksi, penutupan industri dan pengurangan tenaga kerja pada industri TPT dan alas kaki,” katanya lagi.

Lebih lanjut, ia mengatakan pembentukan pusat krisis tersebut menyusul semakin banyaknya laporan dari pelaku industri dalam negeri mengenai adanya pembatasan pasokan, penurunan tekanan gas yang diterima, serta tingginya harga gas yang dibebankan.

Selain itu, tersendatnya pasokan HGBT serta harga yang dibayar industri di atas harga yang ditetapkan Perpres Nomor 121 Tahun 2020, juga menjadi dasar pembentukan pusat krisis itu.

Menurut dia, dengan adanya media pengaduan ini diyakini bisa memberikan rasa aman dan perlindungan pada investasi manufaktur di dalam negeri. Adapun tujuh subsektor penerima manfaat HGBT, yakni industri pupuk, petrokimia, oleokimia, baja, keramik, gelas kaca, dan sarung tangan karet.

“Kami harus melindungi investor yang sudah membangun fasilitas produksi dan 130 ribu pekerja yang bekerja pada industri tersebut. Oleh sebab itu, pusat krisis ini dibentuk untuk menampung keluhan, memverifikasi kondisi di lapangan, menjadi jalur komunikasi dan konsultasi cepat antara industri dengan pemerintah, serta instrumen resmi pemerintah untuk mengawal keberlanjutan industri pengguna gas,” ujar dia.

Febri merinci, pembentukan Pusat Krisis Industri Pengguna HGBT memiliki tiga tujuan utama. Pertama, untuk menerima pengaduan dari industri pengguna HGBT secara langsung dan terstruktur. Kedua, menjadikan laporan-laporan tersebut sebagai bahan kebijakan dan langkah Kemenperin dalam menghadapi krisis HGBT. Ketiga, sebagai wujud akuntabilitas publik Kemenperin dalam melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai pembina industri.

Beberapa sektor industri pengguna HGBT sudah mulai menyampaikan laporan kepada direktorat terkait di Kemenperin sebagai pembina sektornya. Kondisi yang dilaporkan di antaranya adanya pembatasan pasokan gas serta tekanan gas yang tidak stabil. Situasi ini memaksa sejumlah perusahaan untuk melakukan rekayasa operasional agar produksi tetap berjalan.

“Di lapangan, ada yang harus mematikan salah satu unit lini produksinya. Ada pula yang mengganti bahan bakar dari gas menjadi solar. Langkah itu memang bisa menjaga produksi tetap berjalan, tetapi konsekuensinya biaya produksi meningkat cukup signifikan. Bahkan, sudah ada industri yang menghentikan produksinya dan berpotensi merumahkan pekerjanya,” ujar Febri.

Febri mengatakan kasus-kasus tersebut banyak ditemukan pada sektor industri keramik, gelas kaca, baja, dan oleokimia yang sangat bergantung pada pasokan gas dengan harga kompetitif.

“Dengan pusat krisis ini, setiap keluhan dan fakta di lapangan bisa dihimpun secara sistematis, sehingga kebijakan dan langkah-langkah antisipatif atas risiko krisis ini didasarkan data riil dari lapangan. Selain itu, kami juga akan menerjunkan tim langsung ke industri guna menghitung risiko lebih jauh ke depan,” kata Febri.

NEWS UPDATE
  • ...
    INC Updates 22 Juni 2026 12:26
    Pemerintah alokasikan Rp8 triliun dukung percepatan pembangunan
  • INC Updates 22 Juni 2026 12:26
    Pemerintah alokasikan Rp8 triliun dukung percepatan pembangunan
  • ...
    INC Updates 20 Juni 2026 09:33
    Fenomena “Saldo Semu”: Ketika Angka di Rekening Membuat Kita Merasa Kaya
  • INC Updates 20 Juni 2026 09:33
    Fenomena “Saldo Semu”: Ketika Angka di Rekening Membuat Kita Merasa Kaya
  • ...
    INC Updates 10 Juni 2026 18:33
    BP BUMN yakin kenaikan harga BBM nonsubsidi tak berdampak ke inflasi
  • INC Updates 10 Juni 2026 18:33
    BP BUMN yakin kenaikan harga BBM nonsubsidi tak berdampak ke inflasi
  • ...
    INC Updates 10 Juni 2026 18:30
    Menteri ESDM: BBM dan LPG subsidi tidak ada kenaikan
  • INC Updates 10 Juni 2026 18:30
    Menteri ESDM: BBM dan LPG subsidi tidak ada kenaikan
  • ...
    INC Updates 10 Juni 2026 15:30
    Danantara yakin pengembangan "aviation leasing" bermanfaat besar
  • INC Updates 10 Juni 2026 15:30
    Danantara yakin pengembangan "aviation leasing" bermanfaat besar
  • ...
    Editorial 08 Juni 2026 08:45
    PP 19/2026: Fleksibilitas yang Akhirnya Dimiliki Danantara. Apa Artinya bagi Laba BUMN?
  • Editorial 08 Juni 2026 08:45
    PP 19/2026: Fleksibilitas yang Akhirnya Dimiliki Danantara. Apa Artinya bagi Laba BUMN?
  • ...
    INC Updates 22 Mei 2026 14:09
    OJK Perkuat Fundamental Industri Penjaminan untuk Tutup Celah Perlindungan Nasional
  • INC Updates 22 Mei 2026 14:09
    OJK Perkuat Fundamental Industri Penjaminan untuk Tutup Celah Perlindungan Nasional
POPULAR NEWS
  • ...
    INC Updates 22 Juni 2026 12:26
    Pemerintah alokasikan Rp8 triliun dukung percepatan pembangunan
  • INC Updates 22 Juni 2026 12:26
    Pemerintah alokasikan Rp8 triliun dukung percepatan pembangunan
  • ...
    Editorial 08 Juni 2026 08:45
    PP 19/2026: Fleksibilitas yang Akhirnya Dimiliki Danantara. Apa Artinya bagi Laba BUMN?
  • Editorial 08 Juni 2026 08:45
    PP 19/2026: Fleksibilitas yang Akhirnya Dimiliki Danantara. Apa Artinya bagi Laba BUMN?
  • ...
    INC Updates 10 Juni 2026 18:33
    BP BUMN yakin kenaikan harga BBM nonsubsidi tak berdampak ke inflasi
  • INC Updates 10 Juni 2026 18:33
    BP BUMN yakin kenaikan harga BBM nonsubsidi tak berdampak ke inflasi
  • ...
    INC Updates 10 Juni 2026 18:30
    Menteri ESDM: BBM dan LPG subsidi tidak ada kenaikan
  • INC Updates 10 Juni 2026 18:30
    Menteri ESDM: BBM dan LPG subsidi tidak ada kenaikan
  • ...
    INC Updates 10 Juni 2026 15:30
    Danantara yakin pengembangan "aviation leasing" bermanfaat besar
  • INC Updates 10 Juni 2026 15:30
    Danantara yakin pengembangan "aviation leasing" bermanfaat besar
  • ...
    INC Updates 20 Juni 2026 09:33
    Fenomena “Saldo Semu”: Ketika Angka di Rekening Membuat Kita Merasa Kaya
  • INC Updates 20 Juni 2026 09:33
    Fenomena “Saldo Semu”: Ketika Angka di Rekening Membuat Kita Merasa Kaya
BUMNINC TUBE
BUMNINC Tube 03 April 2026 13:32
Strategi Operasional Garuda Indonesia Group Berbuah Capaian Tertinggi

© Copyright 2020-2026, BUMNINC.com. All Right Reserved.

© Copyright 2020-2026

BUMNINC. All Right Reserved.

  • PENGANTAR REDAKSI
  • Tentang BUMNINC.com
  • TIM BUMNINC.com
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

  • Home
  • Editorial
  • INC Updates
  • INFO MUDIK
  • Coorporate
    • CSER
    • SMEDEV
  • MICE
  • Research
  • English News
  • BUMNINC Tube
  • #CEOMind