Danantara yakin pengembangan “aviation leasing” bermanfaat besar
BUMNINC.COM I Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara meyakini rencana pembentukan perusahaan pembiayaan aviation leasing fund akan memberikan banyak manfaat.
Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria di Jakarta, Rabu menjelaskan pembentukan perusahaan leasing penerbangan masih dalam tahap kajian mendalam.
Menurut dia, seiring dengan proyeksi pertumbuhan penerbangan Indonesia ke depan, kepemilikan perusahaan leasing sendiri dinilai dapat menjadi opsi yang lebih efektif.
Ia menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan final terkait pembentukan perusahaan leasing tersebut. Oleh karena itu, seluruh aspek bisnis masih terus dievaluasi untuk memastikan skema yang dipilih memberikan manfaat optimal.
“Sedang dijajaki possibility untuk kita memiliki leasing company sendiri. Karena dengan pengembangan nanti Garuda Indonesia ke depan, itu akan lebih efektif bagi kita untuk memiliki itu. Ini sedang dikaji, tapi semuanya harus hati-hati, dikaji dengan baik. Dikaji mana pilihan terbaik, itu yang akan kita lakukan,” ujar Dony.
Menurut Dony, apabila nantinya perusahaan leasing tersebut terbentuk maka operasionalnya akan berjalan sebagaimana perusahaan leasing pada umumnya.
“Kalau itu menjadi perusahaan leasing, tentu dia berjalan sebagaimana perusahaan leasing, tapi itu masih dikaji,” katanya.
“Leasing itu adalah financingnya. Jadi yang beli Garuda tapi pembiayaannya dilakukan oleh leasing company,” ujarnya lagi.
Ia menilai pola pembiayaan seperti itu dapat memperkuat kondisi keuangan maskapai, terutama bagi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, sekaligus menciptakan manfaat yang lebih luas bagi sektor jasa keuangan.
“Ini juga bermanfaat, nanti banyak manfaatnya. Terutama sekali untuk sektor keuangan, untuk keuangannya Garuda. Dengan pola leasing seperti ini akan jauh lebih baik buat Garuda Indonesia,” kata Dony.
Sebelumnya, PT Danantara Investment Management (DIM), SMBC Aviation Capital dan Mandiri Investment Management mengumumkan perjanjian kerja sama untuk pengembangan Mandiri Aviation Leasing Fund, yaitu platform investasi aviation leasing pertama Indonesia yang memiliki nilai portfolio awal sekitar 800 juta dolar AS.
Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir mengatakan kemitraan ini merupakan langkah penting dalam partisipasi Indonesia di ekosistem pembiayaan penerbangan global.

