Tandan Kosong Sawit, Kerja Sama PTPN dengan PLN untuk Kembangkan Cofiring Biomassa
BUMNINC.COM | Corporate Secretary Holding Perkebunan Nusantara PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Imelda Alini mengatakan, suplai tandan kosong ini ditargetkan mencapai 0,5 juta ton hingga 1 juta ton. Tandan kosong dinilai lebih siap untuk dijadikan sebagai suplai bahan baku.
Hal itu direncanakan dalam rangka kerja sama dengan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk program cofiring biomassa.
“PTPN III memiliki area yang perlu dioptimalkan sekitar 12.200 hektare (ha), dapat digunakan untuk mendukung program energi baru dan terbarukan (EBT) dengan penanaman pohon kayu yang sesuai. Namun, PTPN III lebih mengutamakan pemanfaatan produk sawit. Apalagi, tandan kosong diproduksi kontinyu setiap hari,” ujar Imelda kepada Kontan, Jumat (26/2/2021).
Imelda menambahkan, saat ini pasokan memang belum dilakukan ke PLN. Pasalnya kajian untuk pelaksanaan cofiring pada pembangkit masih dilakukan oleh konsultan. Selain itu, disaat bersamaan, PTPN III juga tengah menanti hasil ujicoba cofiring di PLTU milik PLN.
Hasil kajian ini nantinya bakal digunakan sebagai pedoman dalam menyusun head of agreement (HoA).
Imelda menilai, regulasi yang ada saat ini sudah cukup efektif. Kendati demikian, PTPN III berharap adanya regulasi yang membuat harga tandan kosong yang telah diproses dihargai sama dengan batubara sesuai dengan kalori.
Selain itu, dukungan regulasi juga dinilai masih dibutuhkan untuk sejumlah hal lain. “Perlu adanya penugasan dan regulasi pemerintah yang mengatur implementasi cofiring sebagai EBT. Hal ini ditujukan untuk mendukung perusahaan program ramah lingkungan dan berkelanjutan,” pungkasnya.


