Kominfo Terapkan Strategi Inklusif Untuk Percepat Transformasi Digital
Menurut dia, selama puncak pandemi COVID-19, mobilitas dunia sangat dibatasi oleh pemerintah di setiap negara untuk mengendalikan penyebaran virus.
“Karena itu, teknologi digital menjadi jembatan yang digunakan orang untuk berinteraksi dengan orang lain, bekerja, bertransaksi, belajar, dan hidup secara digital. Meskipun kita telah mengendalikan penyebaran COVID-19, teknologi digital telah menyebar secara dramatis dan sekarang menjadi identik dengan kehidupan kita sehari-hari,” katanya.
Jubir Kominfo menyatakan pandemi telah mempercepat laju adopsi teknologi di seluruh sektor bisnis dan industri. “Perusahaan digital terkemuka tumbuh lima kali lebih cepat daripada kebanyakan perusahaan dan investasi mereka di bidang teknologi meningkat dua kali lipat selama periode tersebut,” ujarnya.
Transformasi digital juga telah menjadi pendorong utama percepatan pertumbuhan ekonomi dan berperan penting dalam mendorong peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) di berbagai sektor.
“Pada tahun 2030, transformasi digital diperkirakan berdampak pada perekonomian Indonesia sekitar 314 miliar hingga 414 miliar dolar AS, karena kontribusi dari berbagai sektor antara lain: pertanian, industri, pemerintah, logistik, UMKM, dan ICT,” jelas Dedy.
Menurut dia, transformasi digital juga akan menjadi pendorong penciptaan lapangan kerja bagi Indonesia pada tahun 2030. Mengutip McKinsey (2021), Jubir Kementerian Kominfo menyatakan teknologi digital berpotensi menambah sebanyak 4 hingga 23 juta pekerjaan di masa depan
“Berdasarkan perkiraan, dengan menyediakan pekerja dengan keterampilan yang sesuai, mengubah pekerjaan informal, mempekerjakan penduduk tidak aktif, dan mengurangi tingkat pengangguran,” ujarnya.
