Kontribusi BUMN Ciptakan UMKM Tahan Krisis
BUMNINC.COM I Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) telah terbukti tahan terhadap krisis. Pada tahun 1998, ketika situasi politik dan ekonomi Indonesia kolaps, alur produksi UMKM ikut terganggu. Ketika itu diperkirakan jumlah UMKM menyusut sampai 3 juta unit usaha.
Namun, sejalan dengan pemulihan ekonomi akibat krisis, UMKM kembali bangkit. Sektor usaha ini bahkan mampu menyerap dari 64,3 juta pekerja pada 1998, naik menjadi 72,7 juta pekerja pada tahun 2000. Kontribusi penyerapan tenaga kerja ini turut menyelamatkan ekonomi.
Pada krisis ekonomi 2008 dimana perusahaan di sektor keuangan goncang, UMKM tetap melenggang. Banyak ahli menyebutkan, kekuatan ekspor menjadi kunci bertahan UMKM.
Pandemi COVID-19 yang terjadi hampir dua tahun ini jelas memukul banyak sektor usaha, tak terkecuali UMKM. Wajar saja, daya beli masyarakat yang menurun akibat pandemi berpengaruh pada pendapatan dan keberlangsungan usaha UMKM.
Apalagi berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada triwulan I tahun 2020, pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami perlambatan atau hanya tumbuh 2,97 persen.
