Laba Bersih BUMN 2020 Anjlok Lebih dari 70 Persen
Program bernilai anggaran sebesar Rp8,2 miliar ini, bertujuan untuk mengintegrasikan semua database yang ada di BUMN, termasuk data kinerja keuangan. Lewat database yang ada bisa diketahui keperluan belanja modal yang utama dan hal-hal yang bisa dipangkas.
Erick menjelaskan, dengan program ini semua database yang ada di BUMN akan menjadi satu sehingga belanja modal yang tidak diperlukan bisa dipotong. Hal ini sudah diterapkan di PT PLN (Persero) atau PT Telkom Indonesia (Persero).
Masih menurut Erick, langkah efisiensi belanja modal telah berhasil membuat PLN mengantongi laba bersih sebesar Rp5,9 triliun di 2020. Capaian itu naik 38,6 persen dari laba bersih 2019 yang sebesar Rp4,3 triliun. Sementara Telkom membukukan laba bersih Rp20,80 triliun di sepanjang 2020 atau naik dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 18,66 triliun. []
