Mandiri Diprediksi Bakal Melaju Pesat, Manajemen Risiko Jadi Kunci
Target harga tersebut juga mengasumsikan peningkatan laba bersih Bank Mandiri menjadi Rp 24,88 triliun tahun ini dibandingkan perkiraan tahun 2019 senilai Rp 17,72 triliun. Laba operasional sebelum provisi (PPOP) juga diharapkan meningkat menjadi Rp 52,78 triliun pada 2021 dibandingkan perkiraan tahun lalu senilai Rp 47,39 triliun.
Sementara itu, tim riset Sinarmas Sekuritas menyebutkan bahwa fokus manajemen Bank Mandiri perihal penguatan kualitas aset, pertumbuhan kredit, dan pemulihan NIM, bakal mendorong kinerja keuangan perseroan yang lebih baik sepanjang tahun ini dibandingkan tahun lalu.
“Peningkatan kinerja juga seiring dengan puncak restrukturisasi kredit yang diperkirakan telah berlalu dan biaya provisi diperkirakan kembali normal. Begitu juga dengan performa perseroan dari sejumlah anak usaha yang diperkirakan berjalan lebih baik tahun ini,” tulis tim riset Sinarmas Sekuritas.
Potensi pertumbuhan kinerja keuangan Bank Mandiri sepanjang 2021 mendorong Sinarmas Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham BMRI dengan target harga Rp 7.725. Target harga tersebut mengimplikasikan perkiraan PBV sekitar 1,8 kali tahun ini. Target harga tersebut juga menggambarkan peluang penurunan biaya kredit berkisar 50 basis poin menjadi 2% tahun ini.
Selain itu, target harga mempertimbangkan peluang peningkatan laba bersih perseroan menjadi Rp 23,4 triliun pada 2021 dibandingkan proyeksi tahun 2020 sebesar Rp 17,9 triliun. Laba operasional sebelum provisi juga diharapkan naik dari Rp 45,6 triliun menjadi Rp 48,7 triliun. Begitu juga dengan NIM perseroan diharapkan lebih baik tahun ini. Sebelumnya, Bank Mandiri disebutkan memperoleh jatah penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebanyak Rp 31 triliun dari pemerintah tahun ini.



