Menag: Toleransi Merupakan Kunci Utama Kelola Perbedaan dan Keragaman
“Oleh karena itu, penolakan terhadap pluralitas sesungguhnya berarti juga merupakan penyangkalan terhadap realitas,” ujarnya.
Menurut dia, Indonesia berpengalaman dalam memperlihatkan betapa pentingnya memperkuat budaya toleransi dalam demokrasi Indonesia.
Hal tersebut, kata dia, karena kultur toleransi yang telah dibangun menyediakan kerangka dasar untuk kehidupan yang lebih adil bagi masyarakat yang pluralistik.
Adapun sikap intoleran, menurut dia, justru semakin meminggirkan kaum yang lemah, dan memperdalam jurang ketidakadilan dalam bermasyarakat.
“Berabad-abad sejarah menunjukkan bahwa hidup berdampingan tidak hanya mungkin terjadi, tetapi juga merupakan kekuatan,” tutur Menag Yaqut.
Oleh karena itu, Menag Yaqut menyambut baik seluruh inisiatif yang dilakukan dalam gelaran JPD 2023 untuk menguatkan budaya toleransi.
