Meneropong Kinerja BUMN 2024 dan Prospek 2025
Selain itu, maskapai ini berhasil mengimplementasikan program restrukturisasi untuk mengurangi utang dan memperbaiki posisi keuangan. Beberapa armada baru juga telah diperkenalkan untuk meningkatkan efisiensi operasional.
Meskipun ada kemajuan dalam restrukturisasi, Garuda Indonesia masih menghadapi beban utang yang cukup besar. Ini menjadi kendala dalam ekspansi dan investasi pada armada baru atau teknologi penerbangan terbaru.
Peralihan menuju energi terbarukan juga menjadi isu yang sangat penting untuk perusahaan-perusahaan BUMN yang bergerak di sektor energi, seperti PLN dan Pertamina. Meskipun ada upaya untuk beralih ke energi hijau, hambatan seperti keterbatasan dana, ketidakpastian regulasi, dan kurangnya teknologi yang memadai masih menjadi tantangan. Perusahaan-perusahaan BUMN harus menginvestasikan sumber daya yang besar untuk mencapai target energi terbarukan dan net zero.
Tidak hanya itu, banyak perusahaan BUMN menghadapi tekanan yang cukup besar dalam menjalankan proyek-proyek strategis nasional. Beberapa perusahaan BUMN yang mendapatkan PSN di antaranya Proyek Infrastruktur Jalan Tol dan Pelabuhan yang dikelola oleh Jasa Marga dan Pelindo serta proyek Transportasi Massal seperti kereta api cepat yang melibatkan KAI dan beberapa perusahaan konstruksi BUMN.
Salah satu faktor beban itu yakni keterbatasan anggaran. Banyak proyek strategis nasional membutuhkan dana yang sangat besar dan sering kali melibatkan pembiayaan jangka panjang. Perusahaan BUMN yang ditugaskan untuk menjalankan proyek-proyek tersebut sering kali harus mencari sumber pembiayaan tambahan, baik melalui utang, penerbitan saham, atau kerja sama dengan pihak swasta. Beban utang yang tinggi itu mempengaruhi kinerja keuangan. Pun dapat mempengaruhi stabilitas finansial perusahaan, terutama ketika proyek mengalami keterlambatan atau pembengkakan biaya.
